Diawali pertemuan dan diskusi, BRIN dan comestoarra.com sepakat mengembangkan Perahu Listrik dan DHYRECS.

Kamis, 6 Maret 2025, comestoarra.com mendapatkan kehormatan untuk melakukan pemaparan inovasi perahu listrik dan distributed hybrid renewable energy system. Comestoarra.com juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., DESD., ASEAN Eng. Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Pertahanan ini mengapresiasi inisiasi perahu listrik dan skema distributed hybrid renewable energy system sehingga menjadi solusi atas kendala yang terjadi di tengah masyarakat wilayah perairan Indonesia. Bila inovasi direplikasi maka masyarakat juga dapat berkontribusi pada target capaian transisi energi dan dekarbonisasi di Indonesia.

Wakil Kepala BRIN sepakat dengan comestoarra.com bahwa teknologi bukan satu satunya penentu realisasi transisi energi dan dekarbonisasi di Indonesia. Aspek sosial dan ekonomi akan menentukan implementasi suatu teknologi di tengah masyarakat. "Transisi energi dan dekarbonisasi melalui inovasi perahu listrik dan distributed hybrid renewable energy system ini bukan semata mata untuk melakukan penurunan emisi di sektor transportasi dan logistik di wilayah perairan. Inovasi ini menjadi sangat strategis karena akan menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah perairan Indonesia agar tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak untuk menggerakkan perahu di kemudian hari", ujar Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut periode 2018 - 2020 tersebut.

Melalui pertemuan ini, BRIN dan comestoarra.com sepakat untuk melakukan pembahasan mendalam untuk membuat perjanjian kerja sama. Moda transportasi perahu menjadi esensial bagi masyarakat di perairan. Tanpa perahu, mustahil distribusi dan logistik kebutuhan pokok masyarakat dapat berjalan berkelanjutan. Bila ada hambatan, seperti langka dan mahalnya bahan bakar minyak, maka berdampak pada tingginya harga kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini akan membuat beban hidup masyarakat menjadi berat.

Managing Director comestoarra.com, Arief Noerhidayat mengatakan bahwa ada 2 (dua) hal yang diperhatikan comestoarra.com dalam menyolusikan permasalahan tersebut. Pertama adalah perahu yang berbasis kearifan lokal, mudah dioperasikan, dan dipelihara oleh masyarakat. Kedua adalah kemandirian masyarakat dalam penyediaan energi untuk menggerakkan perahu tersebut.

"Untuk mewujudkan moda transportasi yang berkeadilan, maka kami mengembangkan perahu listrik dengan stasiun pengisian baterai dengan menggunakan 2 (dua) atau lebih penyulang energi terbarukan. Pertama adalah pemanfaatan pelet sampah organik dan/atau residu biomassa yang dikonversi menjadi synthetic gas melalui proses gasifikasi. Kedua optimalisasi panel surya dan/atau pembangkit bayu skala kecil dan/atau pico hydro. Konsep ini kami sebut sebagai distributed hybrid renewable energy charging station (DHYRECS)", ujar lulusan magister dari Universitas di Newcastle, Inggris ini.

Perahu listrik adalah salah satu inovasi dari comestoarra.com yang didukung penuh oleh PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Perahu listrik ini telah dikembangkan dengan sangat baik, dilakukan sejumlah uji coba, dan telah beroperasi secara reguler sejak Desember 2023. Kelebihan perahu listrik ini terletak pada aspek kearifan lokal, dimana material perahu yang digunakan masih berbasis kayu dan dibuat oleh masyarakat setempat. Dari sisi sosial, perahu jenis ini akan berkompetisi dengan perahu lokal, atau mungkin akan menghilangkan perahu lokal.

Biasanya konsep perahu listrik menggunakan material perahu fiber dengan dinamo penggerak DC. Perahu fiber secara teknis jauh lebih ringan, sedangkan dinamo penggerak DC juga lebih mudah diimplementasikan. Tapi dari sisi biaya, model perahu listrik seperti ini akan memakan investasi yang sangat besar. Namun perahu listrik ini menggunakan motor penggerak AC.

Selain itu, inovasi pendukung perahu listrik ini adalah desain pengisian daya baterai dengan menggunakan 2 (dua) penyulang energi baru dan terbarukan. Pertama adalah energi yang berasal dari matahari dan kedua adalah energi yang berasal dari biomassa. Kedua energi ini dilakukan penggabungan (hibrida) sehingga operasional perahu listrik dapat berjalan secara optimal.