Home Sweet Home. Comestoarra kembali ke PLN Grup

Setelah 5 tahun (sejak 2019) berkecimpung dan berkontribusi pada program cofiring, akhirnya pada 2 Desember 2024, start up company comestoarra.com bersama PLN Batu Bara Investasi bekerja sama dalam pengembangan lanjutan produk hashtag#greencoal dan strategi supply-value chain management penyediaan bahan baku biomassa untuk cofiring. Penandatanganan kerja sama dilakukan antara CEO comestoarra.com, Arief Noerhidayat dan Direktur Utama PT PLN Batu Bara Investasi , Bapak Yongky Permana Ramlan.

Green coal sendiri telah dikembangkan comestoarra pada saat uji coba hingga komersialisasi cofiring di PLTU Ropa, Kabupaten Ende 2020-2022. Saat itu Comestoarra jg belajar banyak dari Bapak Lambok Siregar yang merupakan seorang combustion engineer. Setelah melewati sejumlah pengujian, dimulai dari laboratorium, performance test hingga continuous run di PLTU ropa, akhirnya produk ini diperkenalkan comestoarra melalui sejumlah kompetisi start up skala nasional dan internasional. Bahkan sudah dipresentasikan di sejumlah conference di Inggris. Di industri non ketenagalistrikan, produk green coal ini juga dikembangkan comestoarra bersama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang melalui dukungan Divisi Creating Shared Value (CSV) yang dipimpin oleh Ibu Rahmawati. Green coal ini menggunakan campuran fines coal, eceng gondok di Sungai Musi, dan residu biomassa di lingkungan kerja PT Pupuk Sriwidjaja. Green coal ini juga akhirnya diuji coba di PLTU internal dan menjadikan PT Pupuk Sriwidjaja sebagai BUMN non ketenagalistrikan pertama yang menjalankan program co-firing.

Selama 5 tahun ini, comestoarra telah mengumpulkan data dan memiliki pengalaman berharga. Comestoarra menyimpulkan bahwa:

  • Kendala harga terjadi karena faktor biaya transportasi / logistic yang tinggi;
  • Biomassa adalah material yang mengandung volatile meter yang tinggi. Sedangkan batu bara, tinggi akan fixed carbon. Jadi secara sederhana harus dilakukan fuel blending antara batu bara dan biomassa dengan persentase dan metoda tertentu;
  • Cara yang paling realistis agar kualitas dan kuantitas material cofiring terpenuhi adalah dengan membuat produk yang homogen. Produknya adalah green coal.
  • Agar harga sesuai dengan ketentuan yang ada, maka transportasi/logistic harus dikelola skala besar. Misal melalui tongkang.

Inilah bekal 5 tahun kedua bagi comestoarra, dimulai tahun 2025. Alhamdulillah Comestoarra kembali ke "rumah". Semoga melalui kerja sama dengan PT PLN Batu Bara Investasi, green coal menjadi produk PT PLN (Persero), berkembang dan dapat dikomersialisasikan, serta menjadi solusi untuk dekarbonisasi sekaligus transisi energi di Indonesia. Ingat, co-firing tidak ada kaitannya dengan deforestasi. Sebab , program ini mampu menyolusikan permasalahan sampah organik dan residu biomassa , mereduksi penggunaan batu bara sehingga batu bara dikonversi bisa menjadi cadangan energi dalam kondisi krisis, dan yang terpenting bisa mereduksi emisi gas rumah kaca.

Home Sweet Home. Cometoarra kembali ke PLN Grup. Nantikan kejutan produk Green Coal yang dikembangkan PLN Batu Bara Investasi dengan comestoarra. Bismillah.
@pln.epi
@plnindonesiapower @plnnusantarapower
https://www.instagram.com/p/DDEum3rp-qz/?img_index=2&igsh=ZWZndWozaGtqcmJp