Balik ka Imah. Comestoarra kembali ke Jawa Barat

Pada Jumat, 14 Februari 2025, Pusat Koperasi Pengelola Sampah Jawa Barat (PUSKOPAS) dan PT Comestoarra Bentarra Noesantarra (perusahaan rintisan comestoarra.com) berkomitmen untuk menyolusikan sampah skala komunal di Jawa Barat dan memanfaatkannya sebagai energi kerakyatan bagi masyarakat serta UKM di Jawa Barat. Melalui kerja sama ini, PUSKOPAS yang bermitra dengan 14 Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) akan fokus pada penyelesaian sampah di desa dengan metoda Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) yang dikembangkan oleh comestoarra.com. TOSS telah memiliki Detail Engineering Design yang dipublikasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (saat ini Kementerian Lingkungan Hidup). Produk TOSS berupa bahan bakar terbarukan padat akan dimanfaatkan untuk menunjang metoda distributed hybrid renewable energy for community solutions (DHYRECS). DHYRECS merupakan pengembangan konsep listrik kerakyatan yang dikembangkan oleh Dr. Ir. Supriadi Legino.

Berdasarkan hukum komutatif aljabar: 1 x 1.000 = 1.000 x 1. Artinya, menyelesaikan 1 ton sampah di 1.000 desa, sama dengan menyelesaikan 1.000 ton sampah di 1 TPA. Kaitannya dengan energi, membuat pembangkit listrik 1 megawatt (akumulatif) di 1.000 desa, sama dengan membuat pembangkit listrik 1.000 megawatt di 1 lokasi. PUSKOPAS dan comestoarra.com tidak berupaya untuk menggantikan skema sentralisasi dengan desentralisasi. Tapi dengan menyolusikan sampah dan memanfaatkannya menjadi energi bagi masyarakat di 1.000 desa (target), artinya PUSKOPAS dan comestoarra.com dapat berkontribusi dari 1/5 dari total desa di Jawa Barat (sebanyak 5.000 desa).

Gotong royong adalah kunci. Dengan kekuatan koperasi, Insya Allah target 1.000 desa bisa tercapai dalam waktu 5 (lima) tahun. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang mendukung kolaborasi PUSKOPAS dan comestoarra.com. Bismillah. Mari kita berkolaborasi untuk negeri.

Hormat Kami
PUSKOPAS dan comestoarra.com